Tips Investasi Saham Modal Kecil

saham modal kecil

Tips Investasi Saham Modal Kecil – Investasi saham modal kecil bukanlah merupakan sebuah khayalan. Jika kita memiliki niat dan tekad yang kuat. Bukan tidak mungkin dengan modal kecil yang kita punyai, kita dapat menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat.

Bagaimana cara berinvestasi saham modal kecil?

Untuk bisa mendapatakan keuntungan dalam investasi saham modal kecil, tentunya kita harus mengerti tata cara dan rahasianya. Untuk mengetahui cara dan rahasianya, mari kita simak penjelasan di bawah.

Investasi Saham Modal Kecil

Sebelum pembahasan lebih mendalam kita patok dulu ya investasi yang kita lakukan adalah bermodal sekitar 1 juta rupiah dan maksimal adalah 5 juta rupiah. Sebelumnya kita juga harus paham dulu tentang saham high risk dan high return.

Jika kita sudah mendaftar atau sudah memiliki akun sekuritas, maka kita dapat langsung mengikuti tahapan investasi saham modal kecil berikut ini.

Investor atau Trader

Di dalam pasar modal, ada 2 tipe pelaku saham. Yang pertama adalah investor. Investor ini akan menginvestasikan hartanya dengan jangka waktu yang panjang. Biasanya akan lebih dari satu tahu. Sedangkan trader adalah pelaku saham yang sering bertransaksi saham dalam waktu yang singkat. Bisa dalam satu hari, seminggu atau juga dalam hitungan jam.

Untuk invenstasi saham modal kecil baiknya kita melakoni 2 tipe tersebut. Hal ini bermaksud, kita akan berinvestasi saham tidak dalam waktu singkat, tidak juga dalam waktu panjang, di tengah-tengah saja. Tetapi kita juga harus memiliki target khusus, ketika kita sudah mendapat keuntungan kita dapat menjual saham yang kita miliki.

Target Investasi Saham Modal Kecil

Berdasarkan pengamatan saat investasi saham modal kecil, kita harus memiliki target khusus. Sederhananya, ketika saham yang kita miliki mengalami kenaikan diangka 20% maka kita dapat menjualnya. Saat menantikan harga saham yang kita miliki naik, maka kita juga mengamati saham-saham lain yang memiliki potensi kenaikan harga.

Saat saham sudah mengalami kenaikan 20%, baiknya kita menjualnya. Contoh jika kita melihat sebuah saham melesat lebih tinggi dari target anda, janganlah menyesal. Karena kita harus memiliki target. Sesuaikan target kita jika 20% masih dirasa kecil, maka kita dapat menaikanya sesuka hari. Tetapi tetap realistis.

Mengikuti Trend

Jika memang modal yang kita miliki tergolong kecil, baiknya kita mengikuti tren saja. Maksud tren disini adalah tren sektor. Pada saat awal pandemic saham farmasi sedang dalam tren. Setelah itu saham farmasi sepi, disusul ramainya saham emas. Setelah muncul isu tentang tesla ingin membangun sebuah pabrik naiklah harga saham nikel beterai. Disini adalah kunci pentingya kita mengikuti tren.

Jangan Hiraukan Blue Chip

Untuk kita yang ingin investasi saham modal kecil harus menghindari saham-saham lapis 3 atau bahkan blue chip sekalipun. Karena blue chip memiliki kapitalisasi yang besar dan pergerakanya sangat lambat.

Kita bisa saja memilih saham blue chip, dengan berharap akan mendapatkan devidenya. Namun dengan modal kita yang kecil. Deviden yang kita dapatkan juga tidak besar. Maka dari itu jika modal kita tidak banyak baiknya jangan berinvestasi dalam saham blue chip.

Contohnya, jika kita memiliki modal 5 juta rupiah sedangkan rata-rata deviden dalam pasar modal berkisar antara 4-5 %. Maka yang kita dapatkan dalam jangka waktu satu tahun adalah 300 ribu. Pastinya nominal yang kecil untuk mendapatkanya dalam waktu 1 tahun kan.

Untuk itu, jika kita investasi modal kecil tidak dengan cara demikian. Kita harus mengincar capital gain bersamaan dengan deviden. Agar mendapat keuntungan sana sini dengan mengambil resiko yang sedikit lebih besar.

Dengan demikian untuk investasi modal kecil baiknya bermain di saham second liner dapat dibaca di sini. Karena dalam saham second liner, memiliki potensi kenaikan yang tinggi tetapi minimal resiko dibandingkan saham lapis ke 3.

Siap Top Up

Kenapa orang kaya suka ber investasi? Atau suka membeli perusahaan ? Jawabanya adalah yak arena uangnya mereka banyak. Kita hanya menunggu satu tahun akan mendapatkan 5 % dari saham yang kita tanamkan.

Ketika investor modal besar berinvestasi saham 200 juta, dia tidak harus trading untuk mendapatkan keuntungan. Hanya perlu menunggu sedikit waktu untuk mengalami kenaikan saham. Jika naik 10% maka sudah mendapat keuntungan 20 juta. jika terjadi dalam waktu 2 bulan. Nominal 20 juta merupakan hasil yang lumayan banget.

Untuk kita yang bermodal kecil, ketika saham yang kita miliki mengalami kenaikan 50%, kita hanya mendapat keuntungan 2.5 juta. belum termasuk resiko cutloss jika kita ingin mendapat harga teratas.

Hal ini berarti semakin banyak uang yang kita tanamkan dalam sebuah saham, maka keuntungan yang kita dapatkan juga akan semakin besar.

Semoga bermanfaat. Semangat mencoba 🙂